Selasa, 29 Juni 2010

Jalur Nagreg Akan Dilengkapi Terowongan

Departemen Pekerjaan Umum akan membangun terowongan guna mengatasi kecuraman tanjakan di jalur Lingkar Nagreg sekaligus solusi penuntasan jalur baru di kawasan itu.

"Akan dibangun terowongan di jalur Nagreg untuk mengatasi kecuraman tanjakan di sana, tak bisa dipaksakan melalui jalur normal karena kecuramannya tidak ideal," kata Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto di sela-sela kuliah umum di Pusat Pendidikan Teknologi PU di Cicaheum, Kota Bandung, Senin (27/7).

Menurut Joko, pembuatan terowongan di jalur itu akan menjadikan jalur Lingkar Nagreg menjadi ideal, apalagi terowongan tersebut akan diberlakukan dua lajur.

Ia menyebutkan, kemiringan tanjakan idealnya hanya enam persen untuk jarak 200 meter. Namun, yang ada di kawasan Nagreg lebih dari enam persen.

"Kita sudah rancang terowongan itu dan dibuatkan ’feasibility study’ (FS) untuk ruasnya, anggarannya kita lihat saja nanti. Yang jelas jalur itu butuh terowongan untuk mengatasi kecuraman tanjakan di sana," kata Joko.

Proses pembuatan terowongan akan dilakukan dengan menembus beberapa ruas jalur sehingga mendapatkan kemiringan yang ideal. Sejauh ini belum jelas berapa meter panjang terowongan itu, sedangkan panjang ruas jalur Nagreg sekitar 6,1 kilometer.

Sementara itu, Kepala Balai Pembinaan Konstruksi dan SDM Sumaryanto Hidayatin menyebutkan pembuatan terowongan di Nagreg merupakan sebuah kebutuhan untuk mengatasi masalah lalu lintas di kawasan itu.

"Geografis di sana bergunung-gunung, banyak tanjakan curam di sana sehingga perlu diatasi dengan terowongan," kata Sumaryanto.

Terkait anggaran yang diperlukan, kata dia, masih dalam penghitungan. Namun, ia memperkirakan proyek itu akan tuntas dalam tiga tahun anggaran.

"Pembuatan terowongan untuk mengatasi kecuraman tanjakan juga dilakukan di kawasan Sumatera. Dengan geografis yang sama dengan Nagreg, diperlukan terowongan," kata Kapala Balai Pembinaan Konstruksi dan SDM Departemen PU itu.

Untuk memperkokoh tebing-tebing yang tinggi di sekitar kawasan Nagreg dan Lingkar Nagreg, wilayah itu akan ditanami dengan rumput vetiveria atau sejenis akar wangi.

"Rumput itu bisa menyerap air dan bisa memperkokoh tebing. Rumput itu didatangkan oleh Belanda dari India pada masa penjajahan dulu," kata Sumaryanto. Rumput jenis itu pula yang ditanam di sepanjang ruas Tol Cipularang.

Penulis: WSN Sumber : Ant


Sumber :
http://regional.kompas.com/read/2009/07/27/13531068/Jalur.Nagreg.akan.Dilengkapi.Terowongan....
27 Juli 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar